Saturday, March 23, 2013

Shampo Anti Uban BSY Noni

Hari Sabtu ini cukup banyak jadwal yang harus aku selesaikan.  Setelah mengupdate postingan konsumen cerdas paham perlindungan konsumen aku perlu menyiapkan landing page tentang Shampo Anti Uban BSY Noni untuk membantu isteriku memasarkan produk shampo anti uban ini secara online.

Sekilas mengenai shampo anti uban BSY Noni ini :

Terbuat dari tanaman berkhasiat seperti Noni (mengkudu atau pace), ginseng, ganoderma lucidum digabungkan dengan sari buah, asam amino, ZPT, kolagen dan lainnya.

<> Khasiat Kegunaan:
  - Membantu mencegah timbulnya uban
  - Menghitamkan rambut

<> Cara Pemakaian:
  - Basahi rambut Anda
  - Dengan menggunakan sarung tangan plastik atau sarung tangan karet
  - Tuangkan shampo ke tangan Anda lalu usapkan ke rambut
  - Pijat kepala Anda selama 7-10 menit agar meresap ke akar rambut
  - Lalu bilas dengan air bersih
  - Lakukan seminggu sekali 

<> Shampo anti uban BSY Noni ini mempunyai 2 karakteristik utama:
  - Pertama: mudah digunakan dan hemat waktu
  - Kedua: dibuat secara alami tanpa bahan kimia sehingga tidak akan merusak rambut atau membuat rambut menjadi merah

Catatan:  
Produk ini tidak cocok untuk untuk orang yang alergi.
Karena itu perlu test alergi dengan cara usapkan shampo di bagian bawah telinga.  Jika tidak ada gatal dan kemerahan dalam 24 jam berarti Anda dapat menggunakan shampo anti uban ini.  

<> Order:
- Harga 1 sachet Rp. 15.000,-
- Minimum order 4 sachet @ 20 ml
- Dapat sarung tangan
- Belum termasuk ongkos kirim


 Untuk pemesanan melalui SMS ke Ibu Ning di 0821-2425-0660 

  

Monday, March 11, 2013

Konsumen Cerdas

Menjadi konsumen cerdas paham perlindungan konsumen adalah prinsip dasar yang harus Anda ingat setiap kali Anda berniat untuk melakukan pembelian yang dapat membantu Anda untuk menghemat uang dan meningkat secara finansial. Banyak orang cenderung tidak melakukan  penelitian lebih dahulu atas harga dan produk yang akan dibelinya.  Mungkin mereka tidak punya banyak waktu karena kesibukannya.   Jika Anda membuat beberapa perubahan kecil untuk kebiasaan belanja Anda, maka hal itu akan berdampak besar untuk dana yang Anda miliki.

Jika barang yang Anda beli tidak:

Memiliki kualitas yang memuaskan (dari standar yang wajar yang dapat diterima),

Cocok untuk tujuan Anda (yang mencakup tujuan tertentu yang disebutkan oleh Anda kepada penjual),

Atau seperti yang dijelaskan pada kemasan atau tanda yang dibuat oleh penjual,

maka Anda sebagai konsumen cerdas paham perlindungan konsumen memiliki hak untuk menolak mereka dan mendapatkan uang Anda kembali, asalkan Anda melakukan ini dalam waktu yang wajar. Meskipun tidak ada batas waktu yang ditetapkan, semakin cepat Anda melaporkan masalah, semakin mudah akan mendapatkan pengembalian dana.
 

konsumen cerdas paham perlindungan konsumen


Beberapa Kiat Menjadi Konsumen Cerdas

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pernah mengatakan bahwa dalam proses jual beli ada ikatan hubungan yang erat antara penjual dan pembeli dalam hal ini konsumen. Itu berarti konsumen harus mengetahui hak dan kewajiban sebagai konsumen yang baik dan juga bersikap sebagai konsumen yang cerdas, cermat dan teliti dalam memilih barang-barang yang akan dikonsumsi.

Beberapa kiat menjadi konsumen cerdas sebagaimana sering disosialisasikan oleh Kementerian Perdagangan di bawah ini bisa menjadi panduan bagi setiap konsumen:

-    Teliti sebelum membeli
-    Perhatikan label, kartu manual garansi dan tanggal kadaluarsa
-    Pastikan produk tersebut sesuai standar mutu K3L
-    Belilah barang sesuai kebutuhan (need to have) dan bukan keinginan (nice to have)

 Sebagai konsumen kita perlu mempertahankan dan meningkatkan tanggung jawab sosial dengan cara membeli produk dalam negeri, memiliki pola konsumsi pangan yang sehat, dan dapat menjaga bumi dengan bijak.

Sebagai konsumen kita juga perlu mengetahui bahwa konsumen mempunyai hak dan kewajiban yang dilindungi oleh Undang-undang dan mengetahui akses ke lembaga perlindungan konsumen untuk memperjuangkan hak-haknya. Dengan demikian tingkat kesadaran masyarakat dalam melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya bisa menjadi lebih tinggi.

Selain itu beberapa kiat menjadi konsumen cerdas berikut juga dapat Anda pertimbangkan: 

Jaminan Garansi
Sementara hukum mengatakan bahwa itu terserah kepada penjual untuk menangani keluhan tentang barang yang cacat, Anda mungkin memiliki hak tambahan di bawah jaminan garansi dari produsen.  Anda sebagai konsumen cerdas mungkin harus mengirimkan rincian seperti  nama dan alamat dan tanggal pembelian untuk memvalidasi jaminan garansi.  Pastikan Anda telah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan perlindungan konsumen.

Penjualan Barang
Hak-hak Anda berlaku untuk barang yang telah Anda beli.  Beberapa barang penjualan dapat sedikit cacat, jadi periksalah dengan teliti sebelum  membeli.

Hadiah Voucher
Banyak orang tidak menyadari bahwa hadiah voucher ini hanya berlaku untuk waktu tertentu, biasanya 12 bulan dari tanggal pembelian, dan mereka biasanya tidak ditukarkan dengan uang tunai. Anda mungkin akan ditawari voucher ketika kembali dengan membawa barang yang rusak, tetapi Anda tidak harus menerima voucher mereka, karena Anda berhak mendapatkan pengembalian uang.  Itu terserah Anda.

Barang Bekas
Ketika Anda membeli di jalan tinggi Anda memiliki hak yang sama, tetapi Anda harus memperhitungkan bahwa barang bekas tidak memiliki kualitas yang sama seperti barang baru. Jadi periksa barang dengan hati-hati sebelum Anda membeli.

Anda masih bisa mengklaim uang kembali atau biaya perbaikan jika barang rusak, kecuali kesalahan karena keausan normal yang biasanya terjadi pada barang bekas, yang mungkin tidak terlihat ketika Anda setuju untuk membeli barang.

Pembelian Online
Jika Anda membeli barang atau jasa dari katalog, di internet atau dengan bentuk lain dari penjualan online, biasanya Anda memiliki hak untuk pengembalian dana penuh jika barang tidak disediakan sampai tanggal yang disepakati atau dalam waktu 30 hari dari pesanan jika tidak ada tanggal yang disepakati.

Menyampaikan Keluhan
Dengan bukti pembelian dan yakin akan fakta-fakta  Anda, jelaskan masalah Anda dan apa yang Anda inginkan.  Tetapkan batas waktu. Jika Anda tidak puas, Anda sebagai konsumen cerdas paham perlindungan konsumen dapat menulis surat keluhan kepada perusahaan produsen barang tersebut.

Informasi lengkap mengenai perlindungan konsumen dapat Anda lihat di website resmi Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen http://ditjenspk.kemendag.go.id/.


Pengawasan Pemerintah Dilakukan Demi Perlindungan Konsumen


Pada awal Januari 2013 Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan Republik Indonesia secara rutin terus meningkatkan pengawasan barang beredar terhadap produk non-pangan maupun pangan. Ini bertujuan untuk melindungi konsumen, dan menciptakan iklim usaha yang sehat di Tanah Air. Pengawasan ini juga dapat meningkatkan produksi dan penggunaan produk dalam negeri serta mencegah distorsi pasar dari peredaran produk impor yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

konsumen cerdas paham perlindungan konsumen image2


Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nus Nuzulia Ishak juga menyatakan pendapat yang  sama. Menurut beliau, agar kualitas perlindungan konsumen meningkat maka peran pengawasan pemerintah dalam mengatur barang beredar dan jasa harus senantiasa dilakukan.   Saat ini di masyarakat masih banyak barang dan jasa yang beredar yang menyalahi aturan pemerintah.

Selama kurun waktu tahun 2012 dari hasil pengawasan Kemendag secara keseluruhan telah ditemukan 621 produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan, meningkat 28 produk dibandingkan tahun 2011.  Produk impor ada 61% dan produk dalam negeri ada 39%.

Berdasarkan jenis pelanggarannya diperoleh data berikut:
-    34% produk diduga melanggar persyaratan SNI
-    22% diduga melanggar MKG
-    43% diduga melanggar ketentuan label dalam Bahasa Indonesia
-    1% diduga tidak memenuhi ketentuan produk yang diawasi distribusinya

Berdasarkan kelompok produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan diperoleh data berikut:
-    39% merupakan produk elektronika dan alat listrik
-    20% produk alat rumah tangga
-    13% produk suku cadang kendaraan
-    sisanya adalah produk bahan bangunan, produk makanan minuman dan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

Langkah-langkah yang telah diambil sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut:
-    Untuk pelanggaran pidana: 2 produk telah dilimpahkan ke Kejaksaan (P21), 3 produk tidak dapat dilanjutkan karena tersangkanya meninggal dunia, dan beberapa produk masih dalam penyidikan.

-    Untuk pelanggaran administrasi: pemberian peringatan tertulis kepada para pelaku usaha dari 348 produk, permintaan penarikan 8 produk, pembinaan terhadap asosiasi, serta pemanggilan para pelaku usaha guna keperluan penyidikan dan pengumpulan keterangan.

Sebagai upaya mewujudkan perlindungan konsumen yang lebih optimal, Wamendag mejelaskan bahwa Kemendag telah menetapkan dua sasaran program pengawasan barang beredar di tahun 2013:

-    Pertama, Kemendag akan melakukan upaya Pengawasan Barang Beredar di daerah perbatasan secara lebih efektif melalui kegiatan Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB), crash program, pelaksanaan pengawasan berkala/khusus, pengawasan distribusi, serta pengawasan implementasi label dalam Bahasa Indonesia dan MKG.

-    Kedua, Kemendag akan mengoptimalkan penegakan hukum dengan cara melakukan peningkatan kualitas koordinasi aparat penegakan hukum dan pendampingan PPNS-PK (Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen) di daerah.

Penegakan Hukum untuk Perlindungan Konsumen


Pemerintah terus meningkatkan upaya penegakan hukum di bidang perlindungan konsumen dan metrologi legal di Tanah Air. Terkait hal tersebut, pada awal Januari 2013 Nota Kesepahaman telah ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan bersama dengan Kepala Bareskrim POLRI Irjen Pol Sutarman.

Mendag mengharapkan bahwa kerja sama ini dapat meningkatkan keterpaduan operasional dalam penanganan tindak pidana di bidang perlindungan konsumen dan metrologi legal yang dilakukan oleh PPNS-PK  (Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen), PPNS-MET (Penyidik Pegawai Negeri Sipil Metrologi Legal), yang juga didukung oleh Penyidik POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia).

Pada kesempatan tersebut Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Pengawasan Barang Untuk Produk Non Pangan, Pangan Olahan, dan Pangan Segar  juga telah ditandatangani oleh Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nus Nuzulia Ishak dengan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian yang juga selaku Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Lucky S. Slamet.

Dirjen SPK Nus Nuzulia Ishak menyampaikan bahwa kerja sama ini akan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan barang beredar meliputi produk pangan olahan, produk pangan segar, dan produk non pangan,  khusus dalam rangka melindungi konsumen.

Kerja sama ini juga dapat menjadi wadah pertukaran informasi terkait pengawasan peredaran produk non pangan, pangan olahan dan pangan segar yang beredar di pasar. Selain itu kerja sama ini dapat meningkatkan pemberdayaan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Objek pengawasan untuk produk non pangan, antara lain meliputi:
-    pemenuhan standar
-    pencantuman label
-    petunjuk penggunaan (manual) dan kartu jaminan/garansi dalam Bahasa Indonesia

Untuk produk pangan segar dan pangan olahan meliputi:
-    aspek keamanan
-    mutu
-    gizi
-    pencantuman label

Dengan ditandatanganinya Nota Kesapahaman ini, maka penegakan hukum dapat dilakukan secara lebih intensif dan keberadaan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia dapat diminimalisir.

Nota Kesepahaman ini selain untuk perlindungan konsumen dan untuk pengamanan pasar dalam negeri, juga sekaligus mendukung terciptanya kepastian hukum dalam berusah.  Hal ini akan dapat menarik investor untuk melakukan investasi di Indonesia.

Selain itu, kerja sama ini juga dilakukan sebagai langkah antisipasi agar barang-barang yang beredar di wilayah Republik Indonesia memenuhi standar kesehatan, keselamatan, keamanan dan  lingkungan hidup serta layak digunakan, dimanfaatkan, dan dikonsumsi oleh masyarakat.


Semoga informasi yang disajikan dalam blog ini bermanfaat bagi pembaca yang budiman sehingga harapan Pemerintah dapat tercapai yaitu mewujudkan konsumen cerdas yang paham perlindungan konsumen. ###

Thursday, March 6, 2008

SEOcontest2008 by Webmaster Forums UK Webmaster World

SEOcontest2008 is conducted by UK Webmaster World. This is a great SEO contest in 2008. Webmasters from the whole world "meet" here, showing their ability in SEO. Usually in every SEO contest, the first page of Google SERP is dominated by guys. But for this SEOcontest2008 the gals (read girls) show their power. Congrats girls, I am proud of you !

Until now there are 590,000 pages competing in SEOcontest2008. Contestants come from almost five continents, except from Africa continent. Good luck for all contestants of SEOcontest2008!

Sunday, January 27, 2008

SOEHARTO in memoriam


Soeharto was born in Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 June 1921
Died : Jakarta, 27 January 2008, 1.10 PM GMT+7
Religion : Islam
Education: SD (Elementary School) in Twir, Yogyakarta, Wuryantoro and Solo. SLTP (Junior High School) and Sekolah Agama in Wonogiri and Yogyakarta (1935 – 1939). Sekolah Bintara (ARMY School) in Gombong, Central Java (1941).

Experiences:

Prajurit Teladan / The Best Soldier (1941-1942)

Polisi Surela dan Tentara PETA (1942-1945)

The body guard of Panglima Besar Soedirnan (the Big General Soedirman)

The Leader of 1 March General Attack to take over the Capital City of Yogyakarta (1 March 1949)

KOSTRAD Commander and Panglima Sementara TNI AD (until 1965)

Panglima AD / ARMY Leader (1966)

Ampera Cabinet Presidium Leader (1966)


Soeharto’s parent are Sukirah and Kertoredjo, the farmers. At that time his parent hoped he could help them as a farmer. Soeharto must worked hard to finish his school. Finally he continued his study at Bintara ARMY School in Gombong, Central Java.

After Soeharto was chosen as the Best Soldier, he become a Sergant. In Japanese invasion time, Soeharto joined as a police, then moved to PETA until he achieved his grade as a Komandan Pelopor (Commander). He became a member of TNI (Tentara Nasional Indonesia/The National Army of Indonesia) on October 5th 1945 when he was 24 years old. The last military career he was a General.

The duties of Soeharto are as the body guard of the Big General Soedirman; the Leader of 1 March General Attack against the Dutch invasion to take over the Capital City of Yogyakarta; the Commander of West Papua Mandala operation (1962-1963); Destroyed G30S/PKI based on Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR). For his success, MPRS gave him a new duty as a President of the Republic of Indonesia, replaced Soekarno. He could manage the Republic of Indonesia, the big country with thousand islands with various cultures among its citizen.

Today, January 27, 2008, Soeharto is died in Jakarta, at 1.10 PM GMT+7.

Good bye Pak Harto…. thank you for your dedication to our love country Indonesia.

Monday, December 17, 2007

Micronesia at Bali climate change talks

Micronesia, from the Greek mikros (μικρός) (meaning small) and nesos (νῆσος) (meaning island), is a subregion of Oceania, comprising hundreds of small islands in the Pacific Ocean. The Philippines lie to the northwest, Indonesia, Papua New Guinea and Melanesia to the west and southwest, and Polynesia to the east.

Islands raise their voices at Bali climate change talks

NUSA (Pacnews) – “SIDS” and “AOSIS,” the two agitating words heard repeatedly 10 years ago in one of Japan’s large cities Kyoto, appear to have evaporated in the tropical heat of the Indonesian island Bali.

SIDS stands for Small Island Developing States, numbering 38, and AOSIS for the Alliance of Small Independent States with a membership of 43 states and observers. The members are drawn from all oceans and regions of the world — Africa, the Caribbean, the Indian Ocean, the Mediterranean, the Pacific, and the South China Sea.

The Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change is generally seen as an important first step toward a global emission reductions regime that will stabilize greenhouse gas concentrations at a level which will limit dangerous climate change.

The Kyoto protocol expires in 2012. The UN climate change conference in Bali that was scheduled to conclude on Friday was tasked with launching negotiations on a new global deal on climate change by 2009 in Copenhagen, Denmark.

“Negotiate post-Kyoto but do not forget our particular concerns,” was the message representatives of Small Island and Developing states and those of AOSIS countries had been pressing in official discussions last week at the international climate negotiations.

Tuvalu’s deputy environment minister Tavau Tell argued that his country and other SIDS had contributed nothing to climate change and yet if its effects turn out to be catastrophic and unabated, as the Intergovernmental Panel on Climate Change has predicted, it would mean temperature increases by the end of the century of up to 4 degrees centigrade and sea levels rising by up to 60 centimeters.

“The consequences for a low-lying atoll nation like Tuvalu would be ecologically, economically and culturally disastrous. It would mean Tuvalu’s total demise into the ocean along with our culture, livelihood and fundamental sovereignty and human rights,” he told delegates this week. Tuvalu is a Pacific island with a population of 12,000.

Taking up cudgels on behalf of the Pacific Small Island Developing States, Palau’s President Tommy E. Remengesau pleaded with the international community to recognize its “moral obligation to commit an appropriate level of funding to vulnerable and small developing states.” Palau is a Pacific island state with a population of 21,000.

Across Micronesia, a group of Pacific islands, people are doing all they can to adapt. The commitment of countries in the north Pacific to the Micronesia Challenge — a pledge to protect 30 percent of near shore marine and 20 percent of terrestrial resources by 2020 — is an important investment in nature, to build resilience and to give them the greatest range of adaptation options relating to food security and coastal protection in their natural systems.

Their goal is to take this one step further — by mainstreaming the Micronesia Challenge across borders, and across all sectors within Challenge countries: Palau, the Federated States of Micronesia and Marshall Islands, and the U.S. territories of Guam and Northern Mariana Islands.

Islands and their surrounding waters cover one-sixth of the world’s surface, and provide habitat for more than half of the Earth’s diversity of marine plants and animals. They are home to an astonishingly high ratio of endemic species — plants and animals found nowhere else in the world — and contain more endangered, rare and threatened species than anywhere else.

Islands and their coastal areas are also a critical source of food, jobs and income for millions of people — more than 600 million people live on more than 100,000 islands around the globe.

With this in view, the Palau president who initiated the Micronesia Challenge also urged the need for recognizing the human rights implications of climate change.

Hon. Tuita, environment minister of Tonga, a Pacific island state with a population of 117,000 said: “The ability to adapt to climate change is now an absolute requirement that will require further commitments of financial and technical expertise.”

Though wealthy and highly industrialized countries are mainly responsible for the greenhouse gas emissions causing current climate change, Pacific islands are not sitting back. Estimates are that by 2015 they will have reduced their GHG emissions from energy sources by two million tons. Although this is not a lot by global standards, it is an about 33 percent reduction in the “business as usual” scenario.


Credits:

http://en.wikipedia.org/wiki/Micronesia

http://www.mvariety.com/?module=displaystory&story_id=4062&format=html


Friday, December 7, 2007

Pay Per Play new advertising program

NetAudioAds™ Pay-Per-Play (PPP) advertising is an advertising channel that is set to take the web by storm. Because of the size and scope of this deal (backed by one of the BIG 5 search engines), PPP advertising will become a world wide business media event.

PPP works on a bid management system similar to Google AdWords and will compensate publishers just like Google AdSense but with one critical difference…

Publishers (website owners) will earn revenue on 100% of their traffic...
no clicks necessary!

With Pay Per Play (PPP), website owners just like you get money for doing nothing but put a 5 seconds audio ad on their website. You get paid 25% of the ad revenue for *every* visit to your website. There are also other ways to make more from this new advertising program.

See what Pay Per Play is all about

It doesn't cost a thing to join. No upsell, downsell, crosssell, nothing!

It's like AdSense, but doesn't require clicking to earn.

Join Pay Per Play now







Thursday, December 6, 2007

Coming Up With the Perfect Christmas Gift Idea

As Christmas approaches annually we turn our minds to the presents we will give our family and friends. For some of us we might choose to do our shopping on internet sites, others prefer to wander through quaint shops and take in the atmosphere while Christmas shopping. There are always people on your Christmas list that are difficult to choose gifts for. In those cases gift certificates or vouchers at favored stores are always a good Christmas gift idea.

There are Christmas catalogues too that offer good quality items at affordable prices and you can select in the comfort of your home, beating the crowds.

Traditional presents for men tend to include after shave, socks or sporting goods. A more unusual spin can be put on these, such as novelty golf balls or cartoon character socks. There are also boxed sets of wine and cheese or bottles of whisky in presentation cases. Sports lovers will also appreciate a book of the most challenging golf courses or a history of baseball or football.

Toiletries and cosmetics are always a good stand by for the lady in your life. A bottle of perfume, especially if it's her favorite scent, will not go to waste. Only give chocolates to those ladies who are not dieting. A DVD of a romantic comedy is another good Christmas gift idea. Anything with Hugh Grant or George Clooney is bound to be enjoyed!

Experience gifts are popular choices. An experience gift is something that the recipient has wanted to do for a long time like giving them a hot air balloon ride or a sky diving trip. Adventure packs are popular with those who want a challenge. These are even adventure packs that include going down in a cage to observe sharks.

For the less adventurous, a day at a health spa would be welcome. Some experiences will spark new hobbies such as falconry, game fishing or clay pigeon shooting. A year's subscription to someone's favorite magazine is another worthwhile Christmas gift idea.

For the children on your list anything you give them is going to be loved. The excitement in their eyes on Christmas morning makes all efforts that you put out during this season well worth it. There are multiple new toys and games on the market anymore, add the traditional wooden Christmas toys and the Christmas gift ideas are nearly never ending.

Educational toys and story books are always a good stand by too. If you have a science buff on your Christmas list you may want to get them a chemistry set, avid readers might be interested in a boxed set of books by their favorite author. Even very young children are getting excited about the Harry Potter series.

The holiday period is a time for generosity, so have a glance at these The holiday period gift ideas. If you are interested in creating gift baskets, you may be interested in how to make a gift basket. This and other unique content 'Christmas' articles are available with free reprint rights.

Article Source: BestDailyArticles.com

As Christmas approaches annually we turn our minds to the presents we will give our family and friends. For some of us we might choose to do our shopping on internet sites, others prefer to wander through quaint shops and take in the atmosphere while Christmas shopping. There are always people on your Christmas list that are difficult to choose gifts for. In those cases gift certificates or vouchers at favored stores are always a good Christmas gift idea.


Source: Trevor Kassulke
http://www.flixya.com/post/VideoQueen/67649/Coming_Up_With_the_Perfect_Christmas_Gift_Idea